A Long Journey to Gambir
Nekat si emang boleh, tapi jangan nekat banget ya. Soalnya bisa-bisa jadi anak hilang.
Kami, mantan anak kelas 11 cewek, memang nggak beruntung karena harus ngurus
Sehabis zuhur, kami bersiap berangkat setelah dinasihati banyak hal. Tentu aja kami izin sama Miss-Rose-sayang dulu sebelum berangkat. Kami berangkat naik bis
Beberapa kali kami nanya sama penumpang
Untunglah parahnya antrian itu nggak berlangsung cukup lama soalnya banyak bis yang berdatangan (yei!!!). Kami dapet tempat duduk dan akhirnya ngobrol sambil bisik-bisik. Setelah berputar-putar tak tahu arah dan daerah, bis mulai mendekati
Buru-buru kami ke loket dan ikutan antri. Cukup panjang antriannya. Ketika kami makin dekat, aku kaget melihat tulisan “Satu orang maksimum 2 tiket”. Aku dan Dian saling pandang. Padahal kami bakal beli buat 12 orang. Gimana caranya? Masa ngantri trus ngantri lagi sampai 3 kali?? Akhirnya kami memutuskan untuk berdiskusi dengan penjual tiket dan mempersilakan orang di belakang kami untuk membeli lebih dahulu. Pas udah nggak ada orang di belakang kami, dengan ragu kami melangkah mendekati loket.
Aku lupa gimana percakapan yang terjadi di antara kami, tapi Mbak penjual tiketnya bilang, kalo kami harus ke loket pemesanan di sebelah utara. Jadi maksud sebetulnya kami salah ngantri! Kami merasa lega, tapi juga malu (sotoy sih...). Sambil tertawa kami berjalan ke utara, ke loket pemesanan. Saat melihat loket kosong, kami langsung mendekat dengan pe-de nya. Ternyata kami harus ngisi kertas pemesanan lebih dahulu yang tersedia di meja belakang kami. Masih sambil ketawa malu, kami ngisi kertas pemesanan dan ngasih kertasnya ke Mbak petugas. Kami juga membayar dengan uang yang sangat pas yang udah dihitung di asrama. Ditulis lagi jumlah uangnya yang bikin Mbak petugasnya ngetawain kami.
Habis itu kami langsung jalan keluar stasiun dan agak nggak percaya kalo cuma butuh kurang dari 10 menit buat beli tiket!!! Padahal perjalanan buat sampai ke
Yah, mungkin karena kesotoyan kami (aku sih,) yang parah banget itu, akhirnya kami muter-muter di daerah stasiun selama 1 jam! Kami pun pasrah. Entah jam berapa, kami sampai di Harmoni dan langsung naik ke bis
Kami sampai di
nuzuli


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home